Penilaian pembelajaran

Sudahkah anda merasa menjadi seorang guru yang profesional? Anda mungkin berpikir bahwa dengan menjadi guru, penilaian adalah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Ingat, hal itu tidak sepenuhnya benar. Memang dari sekian banyak guru yang merasa dirinya profesional, hanya sekian persen saja yang sebenarnya dapat melakukan fungsi perannya sebagai seorang penilai yang baik. Dengan menjadi seorang penilai yang baik, anda akan dapat memberikan penilaian yang obyektif terhadap hasil pekerjaan siswa. Maka, siswa anda akan merasa sangat puas dengan hasil kerja anda. Bukankah hal itu sangat membanggakan bagi seorang guru? Penilaian pembelajaran menjadi sesuatu yang mutlak bagi seorang pendidik. Terkadang anda mengingat bahwa sewaktu anda kecil dan belajar di sebuah instansi pendidikan, anda mendapatkan seorang guru dari mata pelajaran tertentu memberikan penilaian yang subyektif? Pernahkah anda mendapatkan hal itu? Nah, bila anda menemukan kasus seperti kasus di atas, anda tidak boleh menirunya. Hal tersebut sangat tidak lazim dan menjadi larangan paling keras bagi seorang guru.

Sebagai seorang  guru, anda tentu pernah mendapatkan berbagai pengalaman mengenai Penilaian pembelajaran. Nah, pernah suatu saat ada seorang teman yang bercerita bahwa ia sangat emosi sekali dengan peserta didiknya. Anda tahu mengapa? Dari cerita yang dibawakannya, dapat ditarik kesimpulan bahwa ia mengalami sebuah kejengkelan sewaktu melakukan Penilaian pembelajaran. Ada beberapa siswanya yang menyontek sewaktu ulangan. Nah, dengan hal itu, maka penilaian menjadi tidak obyektif lagi. Siswa bias mendapat nilai yang baik karena dia menyontek. Bagaimana dengan siswa yang tidak menyontek? Tentu mereka mendapat nilai di bawahi nilai temannya yang menyontek tadi. Bagaimana sikap teman saya itu? Dia marah-marah dan memberikan penilaian yang buruk terhadap siswa tersebut. Lalu menurut anda, apakah hal itu layak dilakukan oleh seorang guru? Kalau menurut hemat saya, sebaiknya sang guru tersebut cukup memberikan hukuman saja kepada siswa yang menyontek, tak perlu memberikan penilaian yang buruk terhadapnya. Apakah anda yakin kalau hasil contekan itu hanya akan lewat sekilas saja di otak siswa tersebut ?. Bisa saja justru materi yang di contek tersebut akan teringat jelas dalam otaknya.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan yang Baik

Pembelajaran IPA SD