Pembelajaran kolaboratif

Dalam sebuah materi yang dirasa cukup rumit, seorang guru hendaklah dapat menemukan sebuah metode yang sesuai untuk diaplikasikan dalam kelas. Apakah anda sebagai seorang guru pernah mengalami hal ini? Mungkin anda merasa sebuah materi itu terlalu sulit sehingga perlu sebuah penanganan khusus di dalam pengajarannya. Nah, berarti anda harus beralih pada suatu metode pembelajaran yang disebut dengan Pembelajaran kolaboratif. Apa itu pembelajaran kolaboratif? Pernahkah anda mendengar istilah itu dalam kehidupan sehari-hari? Pembelajaran kolaboratif adalah sebuah metode pembelajaran yang membutuhkan dua atau lebih pengajar. Bisanya metode ini diterapkan di sekolah-sekolah modern yang mempunya mengajar yang cukup banyak. Tentu saja sekolah tersebut tidak mengalami kendala untuk menghadirkan banyak guru di dalam pengajarannya sehingga Pembelajaran kolaboratif dapat diterapkan di dalam kelas. Nah, silakan anda melihat sekolah anda masing-masing. Apakah sekolah anda sudah cukup layak untuk menerapkan metode ini? Silakan melihat jumlah guru yang tersedia. Tentu saja jumlah guru tersebut harus anda bandingkan dengan jumlah kelas yang dipunya oleh sekolah tersebut. Anda mungkin menemukan jumlah guru yang banyak, namun bila kelasnya juga banyak, lalu apakah akan memadai untuk menerapkan sebuah Pembelajaran kolaboratif? Coba pikirkan tentang hal ini berkali-kali.

Pembelajaran kolaboratif perlu peran yang berkesinambungan antara dua guru. Kita ambil contoh saja dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah menengah pertama. Ada satu materi tentang speaking yang harus diajarkan kepada siswa. Nah, anda perlu melihat apakah siswa tersebut dapat teratasi semua apabila anda hanya mengajarkan seorang diri di dalam kelas? Bila tidak, anda perlu mencari partner dalam pengajaran tersebut. Hal pertama yang mungkin anda lakukan adalah melihat apakah partner anda mau diajak bekerja sama atau tidak. Anda perlu ingat bahwa tidak semua partner mau diajak berkolaborasi dalam sebuah penyampaian materi. Perlu anda garis bawahi bahwa mereka punya alasan sendiri mengapa menolak untuk mengambil peran di dalam Pembelajaran kolaboratif. Namun apapun alasan itu, anda harus menghargainya. Yang anda harus lakukan kemudian adalah mencari partner yang lain yang bias anda ajak bekerja sama. Bukankah itu lebih berguna daripada hanya duduk diam dan menggerutui rekan anda yang tidak mau diajak kerja sama.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan yang Baik

Pembelajaran IPA SD

Model Pembelajaran CTL